Pesan untuk empat tahun persahabatan

Kawan,

28 April kemarin adalah hari terakhir kita berkuliah. Ada yang berbeda pada hari itu. Rasanya saya ingin datang lebih pagi dari biasanya. Saya tertawa lebih keras dari biasanya. Saya enggan cepat-cepat pulang tidak seperti biasanya. Saya ingin waktu berjalan jauh lebih lambat dari biasanya. Karena kita semua hampir pasti mengerti satu sama lain bahwa tanggal 28 April 2016 kemarin adalah hari terakhir kita menggenapi kita diri masing-masing.

Untuk urusan perpisahan, saya adalah orang yang cukup sentimental. Bayang-bayang perpisahan selalu membuat saya menoleh ke belakang untuk sekadar melihat sejauh mana saya melangkah, dan momen apa saja yang saya lewatkan sampai saat ini. Hal terlampau yang saya ingat bersama kalian adalah hari pertama kita semua dipertemukan, 6 Oktober 2012.

Kawan, saya ingat betul alasan saya memutuskan untuk menjadi ketua murid kalian. Maafkan saya yang memiliki agenda yang egois di balik itu semua. Saya adalah seorang introvert yang selama bertahun-tahun hanya menjadi suplemen dan komplemen dalam setiap kelas yang saya jajaki, yang hanya menjadi elemen persahabatan yang tidak terlalu penting di setiap kelompok permainan. Kala itu saya mengerti, menjadi ketua murid adalah cara yang paling instan untuk menjadi penting di dalam sebuah kelompok. Saya muak menjadi pelengkap. Saya ingin menjadi pusat perhatian kalian.

Maka sedari awal saya bekerja keras menjadi bagian penting. Saya ajak kalian bermain UNO, berkaraoke, nonton bersama, makan-makan setiap ada kesempatan. Di balik program kerja saya untuk membangun kekompakkan kita semua, sesungguhnya itu adalah cara saya menjadi bagian dari kalian. Untuk pertama kalinya, di kelas ini saya tidak merasa menjadi pelengkap.

Namun seiring waktu berjalan, perlahan-lahan saya mulai menyadari bahwa sesungguhnya saya bukanlah nukleus di dalam sebuah sistem. Saya bukanlah pusat perhatian di kelas ini. Saya menyadari bahwa masing-masing dari kalian bukanlah pelengkap persahabatan saya. Kalian semua adalah pusat-pusat yang berdiri sendiri, nukleus-nukleus otonom, yang masing-masing memancarkan gelombangnya. Saya sadar bahwa setiap dari kita adalah individu rentan yang dikuatkan oleh satu sama lain. Kini saya tahu bahwa saya tetaplah seorang pelengkap, namun saya bahagia karenanya.

03a.png

Kawan, pastinya kalian semua tahu, betapa dalam hati yang terdalam kita berlomba-lomba menjadi yang terbaik, walaupun kita semua benci mengakuinya. Kita semua adalah individu kompetitif yang terlahir dari segala keruwetan kelas reguler, yang membuat kita semua merasa kecil saat dipertemukan dengan orang-orang hebat. Tapi ketahuilah kawan, masing-masing kita memiliki hal yang tidak dimiliki lainnya. Jadikanlah itu kekuatan terbesar kalian untuk membantu sesama.

Kawan, pastinya kalian semua ingat betapa banyak perseteruan yang terjadi di antara kita. Sebagai manusia dengan ego, itu adalah hal yang wajar saja terjadi. Mulai dari perseteruan yang diketahui semua orang, sampai yang hanya diketahui oleh kedua pihak, sesungguhnya itu semua adalah proses pendewasaan. Banyak pertentangan yang terjadi akibat kita mengedepankan ego masing-masing. Tapi di atas itu semua, kita semua melupakan konflik secepat kita memulainya.

Maka sungguh, kawan, perpisahan ini menjadi perpisahan yang berat bagi saya. Tapi inilah hidup. Ketika dagu harus tetap tegak saat kita menjalaninya. Sungguh pada akhirnya kita akan menemukan sarang-sarang baru untuk kita tumbuh, menemukan sahabat baru untuk canda tawa yang baru pula, dan menjadi pelengkap-pelengkap baru untuk pusat-pusat kalian.

Maka pesanku, kawan, tumbuhlah menjadi versimu yang terbaik. Saat kamu sudah terbang tinggi sekali di atas, jadikanlah memori-memori indah kita sebagai motivasi untuk membawamu pulang ke sarang.

Pada saat itu saya akan menyambut kalian dengan tangan terentang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s