Mari belajar low light street photography

Halo sobat, balik lagi di tulisan terbaru saya. Kali ini mungkin tulisannya enggak menyak-menyek deh ya. Agak berbobot sedikit. Kali ini saya mau berbagi kisah perjalanan saya berburu foto di keramaian Kota Tua pada malam hari.

Jadi begini ceritanya. Alkisah ada seorang pria tampan nan rupawan ga ada kerjaan saat liburan. Saking gak ada kerjaannya, pria tampan ini akhirnya mulai mengobral diri dan mau nerima tawaran diajak main ke manapun. Bagi yang nggak ngeh, pria yang dimaksud ini tidak lain dan tidak bukan adalah saya sendiri.

Jadi ketika sahabat saya, Ayub, mengajak saya untuk hunting foto di suatu tempat, langsung saya sambut tawaran itu dengan suka cita. Tetapi sayang, acara yang digoreng dadakan kadang nggak bisa bulat sempurna juga. Jadilah yang awalnya direncanakan kami akan ke Kota naik commuter line pada sore hari, karena satu dan lain hal jadilah kami berangkat lepas magrib.

Sedikit latar belakang, saya dan Ayub adalah penggemar fotografi. Nggak selevel profesional yang lensanya segede mortar juga sih. Kita cuma amatir yang kebetulan doyan nyicil perangkat mahal. Kalau boleh sombong, kita berdua sedang dalam proses untuk belajar fotografi yang nggak sekadar pakai mode auto aja.

Lanjut, karena berangkat telat alhasil kita sampai Kota Tua sekitar jam delapan malam. Udah gelap gulita. Diperparah juga sama penerangan area lapangan Fatahillah yang memprihatinkan. karena kita udah terlanjur bawa gear masing-masing, sayang juga kalau nggak dipakai. Jadilah sesi hunting foto kali itu dipergunakan untuk belajar teknik fotografi gelap-gelapan.

Sebenarnya fotografi malem-malem itu nggak begitu susah kok. Sebagai fotografer kita hanya perlu berpedoman kepada tiga komposisi penting dalam fotografi. Shutter speed, aperture, dan ISO. Untuk ketiga istilah itu coba belajar di situs orang lain soalnya saya males tulis ulang.

Ngomongin gear, saya pakai kamera DSLR Nikon D3200 dan saya memutuskan untuk pakai lensa favorit saya si nifty fifty yaitu Nikkor 50mm f/1.8G yang punya bukaan aperture besar sehingga cahaya yang masuk bisa mengkompensasi shutter speed saya.

Demikian juga dengan Ayub, dia pakai kamera yang sedikit lebih kece dari saya yaitu Nikon D3300 dan pakai lensa Nikkor 55-200mm f/3.5-6.3 VRII (benerin Yub kalo gue salah) yang walaupun punya bukaan kecil, tapi lensa tersebut mengandalkan VR atau vibration reduction supaya membantu tangan yang gemeteran saat membidik dan mengkompensasi shutter speed juga tentunya. Alasan dia pakai lensa telefoto, katanya supaya bisa ambil portrait orang dari jauh. Bener juga sih.

Dengan perbekalan gear yang lumayan terbatas, kami belajar mencari-cari komposisi yang terbaik untuk setiap bidikan. Walaupun sulit, saya tetep keukeuh untuk maksa Ayub buat nggak nyalain lampu flash, karena selain terlihat nggak natural, objek foto bisa kabur kalau ketahuan difoto.

Hasilnya, dari hampir dua jam kita berburu foto, saya cuma punya lima foto yang lumayan bangga saya pamerkan. Mari kita lihat masing-masingnya di bawah ini.

Foto di atas adalah foto pertama yang berhasil membuat saya percaya kalau fotografi minim cahaya itu sebenarnya bisa dilakukan dengan komposisi yang tepat.

Dari banyaknya orang yang main gitar hari itu, cuma dua orang ini yang nggak menghindar pas dibidik dari jarak yang cukup dekat. Makanya hasilnya jadi nggak jelek-jelek amat deh.

Foto yang berhasil ditangkap saya kami sedang duduk-duduk istirahat. Dalam kondisi yang tepat, objek yang bagus kadang-kadang malah menghampiri.

Ini foto yang sulit banget didapatkan karena anak kecil ini pada main slepetan dan mereka nggak bisa diem. Ayub sampe berkali-kali ngebidik mereka. Tapi emang sih pas nemu hasil yang pas, puas juga.

Dan terakhir, adalah foto favorit saya dalam hari itu. Entah mengapa ada momen di mana satu petak di lapangan itu tiba-tiba kosong dan ada mbak-mbak yang tiba-tiba masuk ke frame saya pas lagi ngebidik Kafe Batavia di seberang sana. Kayak cerita-cerita di FTV ya.

Segitu dulu laporan perjalan kemarin, semoga hikmahnya bisa diambil oleh kita semua. Kalau ada yang main join di sesi berburu foto berikutnya, jangan takut untuk janjian sama kita ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s