Apalah arti menikah

Apa ya arti menikah itu?

Pertanyaan ini sempat melintas beberapa kali di kepala saya, yang sering terjadi ketika saya menghadiri acara pernikahan kerabat atau kolega orangtua. Ia seringkali hanya sebentar saja terbesit di pikiran ketika saya memandang kedua mempelai sedang bersalaman dengan ratusan orang asing, yang kemudian lenyap begitu saja setelah saya sibuk dengan hidangan prasmanan.

Namun beberapa hari lalu, pernikahan yang saya hadiri agaknya berbeda dari yang sudah-sudah. Yang membuatnya berbeda adalah, pertanyaan kecil ini tidak juga hilang bahkan setelah saya bolak-balik mengantri di tempat es krim. Bahkan pertanyaan itu secara egois hadir jauh-jauh hari sebelum saya pergi ke acara pernikahan itu.

Memang, pernikahan kali ini tidak seperti pernikahan yang pernah saya hadiri sebelumnya. Ini adalah pernikahan sahabat saya sendiri, Dean, yang secara tidak terduga mengumumkan keputusannya untuk menikah setahun yang lalu. Sontak saya syok. Seorang Dean, anak kelebihan hormon testosteron yang cengengesan itu memutuskan untuk melepas masa lajangnya? That Dean?

wallpaper

Saya kenal Dean semenjak kami mengenyam bangku kelas tujuh SMP. Kala itu Dean merupakan anak pindahan dari Bandung. Kala itu tinggi badannya sangat intimidatif untuk ukuran anak yang baru lulus SD. Alis tebalnya yang tumbuh liar diimbangi dengan kumis-kumis tipis yang memaksa tumbuh. Itulah impresi awal saya ketika bertemu dengannya kala itu.

Dean saat itu terkenal akan kecerobohan dan kesialan yang menimpanya semasa SMP. Sudah berapa kali sepatunya berlumpur akibat terperosok masuk ke got depan kelas. Sudah berapa tong sampah yang ia tendang sampai bergelinding jauh. Sudah berapa kacamata yang hilang di kolong meja karena keteledorannya sendiri.

Saya dan Dean, seperti sahabat-sahabat lain pada umumnya, suatu ketika tumbuh menjadi cabang yang mencari jalan masing-masing. Ketika SMA kami terpisah di sekolah yang berbeda dan pada saat kuliah ia terbang ke habitat aslinya di Amerika Serikat sementara saya masih bergelut di kerasnya ibu kota Jakarta. Namun hubungan pertemanan kami, setelah sepuluh tahun lamanya, tidak pernah berubah.

wallpaper

Jadi betapa syoknya saya ketika mendengar kabar rencana pernihakannya. Seorang Dean yang belum genap berusia dua puluh tiga tahun, memilih untuk mengorbankan sisa masa mudanya untuk seorang wanita. Saat itu saya ragu apakah ini adalah keputusan yang tepat. Mengingat seorang Dean adalah orang yang teledor dan ceroboh, jika saya adalah calon mertua Dean saya akan ragu untuk melepaskan anak saya sendiri pada orang yang kacamata saja masih sering hilang.

Namun keraguan saya lambat laun menghilang. Saat saya menyaksikan ijab yang ia lantunkan dalam sekali hembusan napas yang mantap, saya menyadari sesuatu. Pada detik Dean memutuskan untuk menikah, pada saat itu juga, dirinya telah bertransformasi menjadi pria dewasa yang memilih jalan hidupnya sendiri. Dean yang teledor dan ceroboh kini dipaksa berubah menjadi Dean yang dewasa dan bertanggung jawab.

Keputusan menikah adalah titik balik kehidupan. Sebuah keputusan besar yang tidak lagi diambil oleh orang tua, kekasihnya, dan tidak juga oleh sahabatnya sendiri. Keputusan itu tidak lain adalah miliknya, dan seutuhnya merupakan tanggung jawabnya hingga akhir hayat.

Menyaksikan sahabat menikah membuat air mata saya berlinang. Sebuah air mata bahagia menyaksikannya mengemban tugas berat sebagai kepala keluarga baru yang akan dipikulnya hingga bertahun-tahun mendatang. Sebuah tanggung jawab besar yang ikhlas ia emban sebagai konsekuensi dari keputusan besar yang ia pilih sendiri dari lubuk hatinya.

Teruntuk Dean dan Nisa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s