[Lagu] When Things got Worse

Ini adalah tulisan dari tahun 2010 yang saya coba kembali angkat dengan sedikit perubahan demi mengikuti persona blog saya saat ini. Selamat membaca!

Hai pembaca, jumpa lagi dengan saya. Seperti janji sebelumnya, saya bakal nulis banyak selama liburan ini. So, yang pertama mau saya ceritakan adalah pengalaman pertama saya menulis-bernyanyi-merekam lagu buatan sendiri, dan kerennya lagu ini bercerita tentang kisah nyata. Gitu deh.

Begini kronologinya …

Pada suatu hari di kelas kita diadakan ulangan KEWARGANEGARAAN yang sudah mahfum dikalangan anak-anak mengenai tingkat keberhasilannya menghasilkan korban stres tingkat rendah. Mulai jam pertama, anak-anak mulai panik baca-baca buku. Ada yang teriak keras-keras menghulang hafalannya, ada yang sibuk bertanya mencari petunjuk pada kelas yang udah ulangan, ada pula yang review hafalan sama tembok. Stres. Dan ada satu orang yang belajarnya super niat. Mulai sekarang kita sebut saja dia A.

Beneran lho. Berkali-kali saya berdecak heran dan kagum liat A bolak balik baca buku lalu mengkhutbahkan apa yang barusan ia baca. saya sendiri, yang tingkat penghafalannya setara ikan gupi, cuma bisa bengong.

intinya si A ini giat banget, seperti mau tes CPNS saja. Saya paling menaruh rasa hormat dengan orang-orang macam si A ini. Padahal kita berdua ini sama, susah sekali kalau sudah berhadapan dengan pelajaran hapalan. Tapi usahanya besar sekali, ketimbang orang-orang yang cuma liat buku sedikit-sedikit sambil berdoa gimana nantinya aja—macam saya ini.

Saat saya tanya apa sebabnya belajar mati-matian sepeti itu, A menjawab, ‘soalnya gue bosen Ky, nilai lima terus, gue mau berubah!’ Sungguh alasan yang mulia. Saya yang nilainya empat terus jadi sedikit termotivasi.

Singkat cerita, ulangan dimulai. Saya sudah berspekulasi nilai si A ini bakal bagus.

Tapi sayang usaha yang A lakukan tidak sebanding dengan hasilnya. Tebak berapa nilainya? Enam koma tujuh lima. Remedial hanya karena nilainya kurang nol koma dua lima saja. Kalau nilai saya? Enggak usah ditanya sih.

Tapi yang bikin saya syok adalah, si A menangis. Selama ini saya mengira wanita seceria dan setegar A seperti tidak memiliki kata menangis di dalam kamusnya. Tapi hari itu saya melihat air mata meleleh dari mata dan hidungnya. Saya terenyuh. Terketuk hati untuk menghiburnya saat itu, tapi saking buruknya saya dalam memilah kata,  hanya satu tepukan di punggung yang saya berikan untuknya. Bro, gak gitu caranya.

Maka malam itu juga saya mengambil gitar, menggaruk-garuk berbagai kombinasi chord yang tidak nyambung, melolong-lolong sambil sesekali mengecek lirik yang ditulis di berlembar-lembar kertas kalender. Berpuluh-puluh take kemudian, lagu tersebut rampung di jam dua pagi. Semua itu tulus saya lakukan demi menghadirkan kembali senyuman di wajah si A. Agak cheesy sih, tapi rindu betul saya pada senyum itu.

Hey girl, why’d you cover your face?
You’ve made things even worse
Hey girl, don’t you stick on the glue
She turns your day so blue
I look myself into

One day you’ll realize what you did
Was the foolest thing that you do
(Because)
Everybody had their own worst day
You have to listen what the people say

So it’s great to face it
You’re not alone
Then why did you cry?

Chorus:
(Why did you cry?)
It’s just a merely bad score
(Why did you run?)
We know it wasn’t your goal
(Why did you hide?)
It’s good to have an honest way

If you look it from the different door
You just have to do it more
That is what we learn it for
Then why did you cry?

Hey girl, wipe off all your tears
That’ll helps you throw your fears
Hey girl, are you feeling better?
Oh i wanna set you fly
Because i love your smile

One day you’ll realize what you did
Was the foolest thing that you do
(Because)
Everybody had their own worst day
You have to listen what the people say

So it’s great to face it
You’re not alone
Then why did you cry?

Chorus:
(Why did you cry?)
It’s just a merely bad score
(Why did you run?)
We know it wasn’t your goal
(Why did you hide?)
It’s good to have an honest way

If you look it from the different door
You just have to do it more
That is what we learn it for
Then why did you cry?

Chorus:
(Why did you cry?)
It’s just a merely bad score
(Why did you run?)
We know it wasn’t your goal
(Why did you hide?)
It’s good to have an honest way

If you look it from the different door
You just have to do it more
That is what we learn it for
Then why did you, cry?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s