Bagaimana rasanya memiliki hubungan yang berjalan hampir lima tahun? Biasa saja

Seorang teman bertanya pada suatu waktu tentang bagaimana rasanya punya hubungan yang berjalan hampir lima tahun. Pertanyaan itu, bagi saya terdengar cukup aneh. Menurut saya, sebuah hubungan—yang dalam konteks pertanyaan ini kemungkinan adalah soal cinta-cintaan—tidak ada bedanya dengan hubungan persahabatan dan keluarga.

Maksud saya, bukannya aneh mempertanyakan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah selama dua puluh empat tahun, atau rasanya memiliki sahabat sejak SMP? Kalau memang iya, harusnya hubungan percintaan tidak perlu mendapat perlakuan spesial.

Mendapat pertanyaan seperti itu, saya hanya menjawabnya sambil cengengesan. Jawab saya, biasa saja, karena rasa sayang itu relatif dan tidak berbanding terbalik dengan waktu. Lalu dia balik bertanya lagi:

‘Memangnya tidak bosan?’

Bosan? Ya, tentu saja bosan! Menunggu bus TransJakarta yang lelet saja bosan, apalagi memiliki hubungan yang berjalan cukup lama. Tapi, ketika saya memutuskan untuk bosan dengan orang yang tepat, saya hanya bisa bersyukur.

Saya dan Ifa mengenal satu sama lain semenjak berkuliah di tingkat dua, dan pertemuan itulah yang menjadi patokan saya dalam menghitung berapa lama hubungan kami berjalan. Tidak tahu secara pasti kapan kami mulai eksklusif satu sama lain, karena kami tidak memiliki sesuatu yang biasanya dimiliki pasangan; tanggal jadian.

Ini mungkin terdengar aneh, bahkan Ifa sebenarnya tidak familier dengan konsep ini. Tanggal jadian biasanya diresmikan saat seorang pria melakukan ritual nembak dan diterima. Yang jadi pertanyaan selanjutnya: mengapa seorang pria perlu mengatakan aku suka kamu apakah kamu merasakan hal yang sama—kalau memang itulah yang terjadi.

Percayalah kawan, kalau wanita tidak cari-cari alasan untuk menolak ajakanmu pergi, membalas semua pesanmu, dan berusaha sebisa mungkin untuk melarut-larutkan sebuah perbincangan, tidak perlu ditanya lagi apakah kalian menyukai satu sama lain.

Lantas, apakah tanpa ritual nembak tersebut berarti tidak ada validasi terhadap hubungan kami yang hampir setengah dekade? Apakah lantas saya bebas tebar pesona dengan wanita-wanita lain? Ritual nembak sejatinya tidak memiliki kekuatan hukum apa-apa selain azas de facto (dan de jure apabila ada “pajak jadian”-nya). Maka dengan atau tanpa diawali peristiwa penembakan itu, hubungan percintaan harusnya tidak ada bedanya.

Balik lagi soal tanggal jadian, ketiadaan hal tersebut membuat hubungan kami sedikit lebih baik. Ibarat bermain game arcade, semakin tinggi skor seseorang, semakin tinggi pula pertaruhannya. Bayangkan kalau seseorang bermain tanpa memperhitungkan skor.

jadi, bagi saya, hubungan yang sudah berjalan hampir lima tahun tidak ada bedanya saat pertama kali kami bertemu. Ifa tetap Ifa yang selera leluconnya receh, dan saya tetap saya yang selalu mengeluarkan lelucon receh untuknya.

Iklan

2 tanggapan untuk “Bagaimana rasanya memiliki hubungan yang berjalan hampir lima tahun? Biasa saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s